Friday, September 20, 2019

Ritual "Melala Minyak Mido" Bulan Muharram

Muharram tahun ini adalah bulan unik, dimana tanggal pada bulan Masehi bertepatan dengan tanggal pada bulan Hijriyah. 1 Muharram Tahun 1441 Hijriyah bertepatan dengan 1 September Tahun 2019 Masehi. Muharram Bulan Yang Mulia dimanfaatkan oleh "Tau Samawa" secara turun temurun dan menjadi tradisi sejak dulu kala sebagai bulan untuk melaksanakan berbagai kebaikan, salah satunya adalah berkumpul bersama sanak keluarga dan bersilaturrahim untuk "Melala Minyak Mido" yang ditujukan untuk menjaga kesehatan bersama. Melala adala proses membuat minyak khas orang Tana Sumbawa baik di Kabupaten Sumbawa apalagi di Kabupaten Sumbawa Barat yang dibuat atau diracik dari bahan dasar santan kelapa pilihan dan banyak rempah, serbuk ramuan kayu obat-obatan, akar-akar tanaman obat yang hanya tumbuh di hutan, madu, dan berbagai ramuan khas lainnya, menjadikan minyak obat ini sangat dipercaya untuk menjaga kesehatan. Uniknya tidak semua orang dapat membuat minya ini, tapi orang yang paham dengan tata cara dan jenis ramuan yang digunakan untuk membuat minyak ini. Hal ini karena jenis tanaman, pepohonan, akar-akaran dan berbagai tanaman yang tumbuh liar di dalam hutan Sumbawa Barat ini hanya dikenali oleh orang-orang tertentu saja yang telah melalui proses belajar dan berguru secara turun temurun. Ditambah lagi bahwa terdapat beberapa orang yang kemudian mendapat gelar "Sandro" itu telah melakukan ritual perguruan yang tidak mudah, bahkan harus melalui tantangan dan sesuatu di luar nalar manusia atau boleh dibilang terdapat hal-hal gaib yang menjadi bagian dari diri seorang "Sandro". 

Karena telah turun temurun dan khasiatnya sangat dipercaya maka pemerintah desa Goa Kecamatan Jereweh mengemas tradisi turun temurun ini dalam sebuah kegiatan Festival Melala. Kegiatan ini didukung oleh 21 Sandro dari seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.


Wakil Bupati Sumbawa Barat, Bapak Fud Syaifuddin mengaduk minyak jereweh











bersambung ...

Saturday, September 14, 2019

Kode Etik Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan Di Daerah (P2UPD)

Segala sesuatu yang dilakukan oleh yang namanya Insan atau dalam keterangan ayat disebut sebagai Nas, maka pastilah hal yang dilakukan itu masih dalam kerangka perkara, bilamana dikatakan perkara, bila telah diamalkan kata apa yang keluar dari dalam diri berupa suara hati tapi belum dapat di wujudkan makna kebenarannya. Maka oleh karena itu, dalam perkara yang dihadapi oleh tiap-tiap diri insan di bawah kolong langit ini Tuhan menuntun kepada setiap diri untuk mandiri, bentuknya adalah insan diminta untuk mempertimbangkan segala sesuatu itu dengan dipimpin oleh hati, kenapa hati, karena dihati itulah kebenaran di tanamkan oleh Tuhan. Namun kebenaran tidak mutlak menjadi kebenaran manakalah dia berselimut oleh hawa nafsu dunia setan (dikatakan berperkara) sehingga dengan adanya pertimbangan hati yang ada di dalam dada itulah nanti tiap-tiap diri akan diminta pertanggung jawaban. 
Kiranya relevan bila saya mengutip Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 4789


Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَاعِيَّتِهِ وَالأَمِيْرُ رَاعٍ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَاعِيَّتِهِ


“Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dia pimpin. Seorang penguasa adalah pemimpin, (dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya). Seorang laki-laki adalah pemimpin di lingkup keluarganya, (dan bertanggung jawab atas anggota keluarga yang ia pimpin). Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suami dan anaknya. Setiap dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dia pimpin.” (HR. Muslim)

Setiap pemimpin itu haruslah terlebih dahulu terpimpin, tidak dapat ia memimpin bila tidak terpimpin. Namun setiap diri ini tidak dapat di pimpin oleh orang lain, ia harus dipimpin oleh dirinya yang benar yaitu dirinya yang sebenarnya didalam hatinya, dimana Tuhan menganugerahkan kebenaran di dalamnya. 
ketika Ia telah dipimpin oleh kebenaran, maka Ia akan berwujud (sifat) Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. 


Rule ini berlaku dalam setiap diri dalam setiap apapun yang dilakukan, kapanpun dan dimanapun. Untuk itu saya ingin menurunkan rule ini dalam jabatan yang ada dihadapan saya. Berat? iya tentu saja. Mau di lepas? kepalang ajar dengan harapan dapat menjadi lebih baik. Adalah tanggungawab di depan ini yaitu menjadi seorang Insan yang diamanahi tugas dalam struktur pemerintahan sebagai Pejabat Pengawas Urusan Pemerintah di Daerah (P2UPD). Sebenarnya bila aturan Tuhan telah dapat di laksanakan, maka tidak perlu manusia itu diatur dengan peraturan-peraturan. Namun karena terdapat potensi kefasikan dan kekufuran di dalam dari selain substansi kebenaran tadi, maka diperlukan rambu-rambu untuk menjaga dan memperingati agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak kebenaran tadi. 

Di Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat tempatku bertugas misalnya, ditetapkanlah aturan main dalam melaksanakan tugas selain dari Rintunsi dan berbagai aturan main lainnya, yaitu Kode Etik Pegawai. singkatnya pada gambar disamping ini. 

Bila kita berkaca kepada fakta disekitar kita, dibelahan dunia manapun di atas permukaan bumi ini, terlepas dari apakah dia seorang pegawai/pekerja, di dalam masyarakat, disemua jenjang usia, di agama apa saja, dengan warna kulit apapun, intinya selama seseorang masih menjabat sebagai manusia di atas permukaan bumi ini, selama itu pula ia berpotensi melakukan pelanggaran atau kesalahan. 
Itulah kenapa Tuhan tidak melihat manusianya, karena neraca keadilan itu bukan padi manusianya, tetap padi hatinya (yang bukan manusia), dengan kata lain Tuhan hanya melihat hati dan niat pada manusia (beda hati beda manusia), maka muncullah riwayah hadist "Innamal a'maalu binniyah..." karena dengan hati dan niat itulah kita berbuat sesuatu, karena atas perintah hati inilah seluruh anggota bergerak.

catatan bersambung verse 1.


Friday, September 13, 2019

Ayee... jadi petugas Pembaca Teks Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia


Bersejarah, senin tgl 9 september 2019 selama jadi Pegawai di Pemda Sumbawa Barat ini adalah pertama kalinya aku menjadi petugas pembaca Panca Prasetya Korp Pegawai Republik Indonesia. tegang ada, mulas dikit juga ada, tapi keyakinan kaerna persiapan gladi tiga pada hari jum'at 4 sept 2019 minggu sebelumnya menambah semangat + PD. nah, mungkin karena kepedean, atau persiapan yang sedikit dibumbui ketegangan, begitu mulai mengeluarkan suara "PANNA PRASETYA KORPS...." eh ternyata yang keluar suara serak-serah basahhhh... tapi gak mendesah.. hehehe...,

Alahmdulillah, it's all done ! and Well Done... everyone get happy ending lah
check it doc ... (map yg ku baca)


and that's one.... kebetulan ada yang berbaik hati mendokumentasikan... Thanks to Mr Iwan Mbojo staf Dukcapil..

Thanks for watching...



COPAS... Banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan ramuan ini !

COPAS ....

Kemarin waktu aku tugas ke NTT aku lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba tampak segar bugar bersih putih kulitnya dan sehat sekali.
Saya bertegur sapa dgn beliau "Bapak terlihat sehat sekali Pak".
Setelah itu beliau berceritera : "ya dulu memang saya sakit gagal ginjal dahulunya dan saya harus cuci darah.
Bahkan asam urat saya mencapai 14. Dokterpun sudah angkat tangan dengan penyakit saya ini. Namun sekarang saya sembuh total hanya dengan mengkonsumsi ramuan yang diberikan oleh Sinshe saya..

LUAR BIASA Resep Rahasia dari NTT Mengobati Gagal Ginjal, kanker lidah sampai pemulihan eks Pecandu Narkoba Ternyata Hanya Butuh 3 Bahan Saja!!

Ramuan itu adalah :
11 (sebelas) siung bawang putih tunggal
2 (dua) siung bawang bombai
3 (tiga) bh jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

 

Ketiga bahan tersebut diblender semua menjadi satu.
Untuk jeruk nipisnya diblender semua beserta kulit dan biji bijinya sekalian.
 Nah ramuan herbal tersebutlah yang dikonsumsi sehari 3x 1 sendok makan sebelum makan.
Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya tersebut dan ramuan itulah yang ditularkan kepada kami Tim Inspeksi Umum dari Jkt.
 Kata beliau sang Shinsenya berpesan kalau sudah sakit apapun mengkonsumsi ini akan sehat.
Sekalipun dokter sudah memvonis tidak bakalan sembuh.

Sepulang dari Kupang pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo langsung membuat ramuan tersebut dan walhasil semua keluhannya hilang.

Rasa kantuk yang selalu melanda saat jam jam kerja jadi hilang sama sekali.
 Begitu juga linu2 di tangan.
 Beliaupun punya anak yang divonis dokter mengalami gejala kangker lidah.
Namun ajaib setelah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi Pemeriksa Datun bu Riama Sihite punya pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu di atas 200/100 lebih, Setiap bangun pagi selalu tidakk bisa langsung duduk dan harus pelan2 untuk bisa duduk. Maka itu dia suruh sang pembantu itu bikin ramuan tersebut dan mengkonsumsinya sebagai uji coba.

Setelah dikonsumsi selama 2 minggu sang pembantu itu langsunng kencing darah dan setelah itu tensinya jadi normal memjadi 125/70..wajib mencoba,,,diri sendiri nih,,

NB,,untuk adaptasi minggu pertama 1sendok teh saja ya dosisnya,,setelah di rasa ok cocok dan ada perubahan baru tingkatkan,menjadi 1 sendok makan,dan ramuan harus di simpan di kulkas ya,untuk menjaga kesegarannya,jika ramuan tidak habis dalam waktu 2 minggu sebaiknya di buang,bikin yang baru jika di rasa masih membutuhkan..

COPAS2 BERMANFAAT